1. Mengapa Jumlah Sperma Penting untuk Kehamilan?
Jumlah sperma (sperm count) adalah salah satu faktor kunci kesuburan pria. Menurut standar WHO, jumlah sperma normal adalah ≥15 juta per mililiter atau total ≥39 juta sperma dalam satu kali ejakulasi.
Semakin banyak sperma yang sehat, semakin besar peluang salah satunya berhasil membuahi sel telur.
Fakta ilmiah: Penelitian yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa konsentrasi sperma ≥ 2 juta/mL memberikan peluang hamil alami sekitar 22,1%, sementara jumlah < 2 juta/mL menurunkan peluang menjadi ±1,6%.
2. Hubungan Jumlah Sperma dengan Peluang Hamil
Banyak yang mengira jumlah sperma rendah (oligozoospermia) berarti mustahil punya anak, padahal faktanya tidak selalu demikian.
- Studi 7 tahun mencatat pasangan dengan jumlah sperma < 10 juta/mL tetap bisa memiliki tingkat kehamilan mencapai 51,9%.
- Namun, semakin rendah jumlah sperma, semakin kecil peluang pembuahan tanpa bantuan medis.
Mengapa demikian? Karena perjalanan sperma menuju sel telur penuh hambatan—banyak yang mati atau tidak sampai ke tujuan. Semakin sedikit “peserta lomba”, semakin kecil kemungkinan ada pemenang.
3. Faktor Lain yang Sama Pentingnya
Jumlah sperma hanyalah satu dari tiga komponen utama kualitas sperma:
- Motilitas – kemampuan sperma berenang menuju sel telur (minimal 40% bergerak, dengan ≥32% bergerak maju).
- Morfologi – bentuk sperma yang normal (minimal 4% berbentuk sempurna).
- Kesehatan DNA sperma – bebas kerusakan genetik yang dapat menghambat kehamilan atau menyebabkan keguguran.
4. Solusi Medis untuk Jumlah Sperma Rendah
Jika jumlah sperma di bawah batas normal, teknologi reproduksi modern dapat membantu:
- IUI (Inseminasi Intrauterin): Sperma dimasukkan langsung ke rahim. Keberhasilannya dipengaruhi lebih banyak oleh kondisi kesehatan wanita dan jumlah folikel dibanding hanya jumlah sperma.
- IVF (Bayi Tabung): Sel telur dibuahi di luar rahim, kemudian embrio dimasukkan kembali ke rahim.
- ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection): Satu sperma terbaik disuntikkan langsung ke dalam sel telur, efektif bahkan pada jumlah sperma sangat rendah.
5. Tren Global: Jumlah Sperma Menurun
Penelitian global menunjukkan penurunan jumlah sperma hingga 50% dalam 40 tahun terakhir. Penyebabnya meliputi:
- Paparan bahan kimia berbahaya (BPA, pestisida).
- Polusi udara.
- Obesitas dan gaya hidup tidak sehat.
- Stres kronis.
6. Cara Meningkatkan Jumlah Sperma Secara Alami
Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup dapat membantu:
- Konsumsi makanan kaya antioksidan (buah beri, sayur hijau, kacang).
- Olahraga teratur.
- Menghindari rokok, alkohol, dan obat terlarang.
- Mengurangi paparan panas berlebih pada area testis (misalnya sauna terlalu sering).
Kesimpulan
Jumlah sperma memang berpengaruh besar terhadap peluang kehamilan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Bahkan pada jumlah yang rendah, peluang tetap ada—terutama dengan bantuan teknologi medis modern. Menjaga gaya hidup sehat dan memeriksakan diri ke dokter spesialis andrologi adalah langkah terbaik untuk meningkatkan peluang hamil.